10 Industri ini Menggunakan Garam Sebagai Bahan Bakunya

industri garam


Garam, si putih yang selalu kita gunakan dalam proses masak, tak ada garam, hambar jadinya. Namun apakah industri juga memerlukan garam.

Industri merupakan sektor yang mendominasi penggunaan garam sebagai bahan baku proses produksinya, sementara sisanya adalah untuk konsumsi rumah tangga. Prosentasenya adalah sebagai berikut, Industri kimia mengkonsumsi 60 persen dari produksi garam dunia. Manusia cuma sekitar 20 persennya.

Hingga saat ini kekurangan pasokan garam untuk industri masih mengandalkan impor, selain karena pasokan yang stabil, kualitas garam impor juga sesuai spesifikasi garam industry. Spesifikasi garam yang dapat digunakan untuk industri yakni kadarnya NaCl-nya di atas 97%, dan kadar airnya kurang dari 0,5%. Sedangkan garam rakyat kadar NaCl-nya kurang dari 94%, dan kadar airnya sekitar 5%.

Menelisik 10 industri yang menggunakan garam

Angka terbesar kebutuhan berasal dari industri petrokimia yang memerlukan 1,78 juta ton garam. Peringkat kedua adalah industri pulp dan kertas dengan kebutuhan 708,5 ribu ton garam.

Lalu di peringkat ketiga adalah industri aneka pangan yang mengolah garam dengan kebutuhan 535 ribu ton dan industri pengasinan ikan di posisi keempat yang memerlukan 460 ribu ton garam. Data AIPGI juga menyebutkan industri pakan ternak dan industri penyamakan kulit masing-masing membutuhkan 50 ribu ton garam.

Selain itu, industri tekstil dan resin serta industri sabun dan detergen tercatat memerlukan 30 ribu ton garam. Sementara kebutuhan garam untuk industri farmasi dan kosmetik mencapai 6.846 ton per tahun. Tak hanya itu, ada industri lain-lain yang tercatat membutuhkan sekitar 50 ribu ton garam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here