Asosiasi Pesimis Swasembada Garam 2021 Tercapai

0
210
A view of a natural salt evaporation pond or tambak garam in village of Sidoarjo region. Traditional home industry with artificial shallow ponds designed to produce from sea water or water brines.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan teknologi pengolahan garam dan penambahan luas lahan tambak untuk mencapai target swasembada garam 2021. Langkap tersebut ditanggapi beragam oleh para stakeholder. Ketua Umum Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI), Tony Tanduk, menilai target tersebut sulit dicapai, karena untuk mencapai swasembada garam paling tidak membutuhkan wakru 10 tahun. 

“Saya pesimis Indonesia daoat mencapai swasembada garam pada tahun 2021. Bikin lahan garam yangg betul itu butuh 4-5 tahun. Untuk penataan lahan butuh 4-5 tahun, bukan untuk swasembada. Setelah itu baru bisa swasembada,” tuturnya.

Tony mengungkapkan paling tidak dibutuhkan 50 ribu hektar garam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan ladang garam yang ada hanya 26 ribu hektar.

Terpisah, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang mengembangkan teknologi geomembran untuk meningkatkan kualitas garam lokal.

“Ya kita coba bertahap, sesuai dengan lahan yang bisa diperoleh salah satu tambahan lahan ada di NTT (Nusa Tenggara Timur),” ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (6/8).

Peningkatan kualitas garam lokal ini dimulai dari hulu produksi garam oleh petambak dengan menjaga konsistensi masa produksi agar kandungan NaCl untuk garam konsumsi minimal 94%, dan garam industri 97%. 

Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Kemeperin, Achmad Sigit Dwiwahjono mendorong industri pengguna garam campuran lokal dengan impor untuk meningkatkan serapan garam lokal.

“Industri pengolahan garam ini kita berikan insentif untuk bisa impor supaya di-mix dengan garam impor untuk kebutuhan indsutri. Di sana dimurnikan, sehingga (memenuhi standar) untuk industri makanan dan minuman,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here