Beranda Infografis

Infografis

Infografis tentang garam

1.Lahan produksi garam terbatas: Tidak semua pantai di Indonesia cocok menjadi lahan garam.2. Produktifiktas lahan rendah: Produktifitas lahan garam masih tergantung dengan cuaca dan musim kemarau relatif pendek3. Kualitas yang dihasilkan: Rata-rata garam yang dihasilkan di Indonesia dengan kualitas garam konsumsi, belum sampai kualitas garam industri4. Permintaan...
Mutu garam yang dibutuhkan industri chlor alkali plant (CAP) lebih tinggi dibandingkan dengan spesifikasi SNI yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian
Target penyerapan garam lokal untuk industri tahun 2021 didominasi oleh sektor industri aneka pangan sebanyak 750.689 ton. Disusul sektor industri tekstil sebanyak 50.046 ton.
Ekstensifikasi lahan garam di Indonesia dibutuhkan guna peningkatkan jumlah produksi garam industri nasional. Peningkatan ini guna memasok dari dalam negeri akan kebutuhan garam industri yang selalu meningkat.
Garam yang kita konsumsi sehari-hari adalah garam yang diproduksi oleh petani garam. Setelah petani garam panen, garam diolah terlebih dahulu sebelum menjadi garam konsumsi garam konsumsi beriodium berkualitas SNI (3556:2016). Dari tiga kualitas garam dibawah ini, garam petani dengan kualitas K1 selalu terserap.

Garam industri memiliki spesifik khusus yang dipersyaratkan tidak hanya oleh konsumen dalam negeri tetapi juga luar negeri, karena sebagian produk yang diproduksi untuk kebutuhan ekspor. Serta secara visual juga tidak boleh ditemukan blackspot pada garam tersebut (SNI 8207:2016)
Kebutuhan garam industri tahun 2021 sebanyak 3.926.044 ton. Industri membutuhkan garam sebagai bahan baku dengan standar mutu yang ketat: kadar NaCl tinggi, dan kadar cemaran logam yang rendah. Kebutuhan garam sektor industri masih dipenuhi dari garam impor sebanyak 3,07 juta ton.
Garam yang dibutuhkan oleh industri makanan minuman memerlukan kode SNI 8207:2016. Garam harus memiliki kadar NaCl min 97%. Sedangkan hasil pencucian garam oleh pemerintah memiliki output kadar NaCl min 94%, garam yang dicuci adalah jenis garam konsumsi beryodium dengan kode SNI 3556:2016
Kebutuhan garam pada industri manufaktur pada 2021 sebanyak 3.926.044 ton. Dari angka tersebut 3,07 juta ton dipenuhi oleh impor. Industri masih mengandalkan impor, karena kualitas dan jaminan pasokan. Pemerintah perlu mendorong industrialisasi garam untuk mengurangi ketergantungan impor.
Kebutuhan garam nasional pada 2021, garam lebih banyak digunakan untuk bahan baku industri (84%). Sementara kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga hanya sebesar 325 ribu ton. Selama ini kebutuhan garam industri masih mengandalkan impor, karena kualitas dan jaminan pasokan. Pemerintah perlu mendorong industrialisasi garam untuk mengurangi ketergantungan impor.