Pola produksi garam yang masih tradisional menyebabkan swasembada garam di Indonesia sulit diwujudkan, karena itu perlu adanya industrialisasi garam yang merupakan rencana produksi garam massal dengan penggunaan teknologi. Sebelumnya ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah, diantaranya : Deregulasi perizinan untuk...
Petani garam di Indonesia berpendapatan kira-kira Rp 500.000,- sampai Rp 1.000.000,- per bulan. Dengan penghasilan yang rendah ini sulit bagi petani untuk lepas dari pengaruh tengkulak. Untuk meningkatkan taraf hidup petani garam, pemerintah harus menyerderhanakan rantai distribusi garam rakyat, menyediakan akses pasar dan menekan biaya logistik.
Dilihat dari kebutuhan nasional, garam lebih banyak digunakan untuk bahan baku industri (3,7jt ton pertahun). Sementara kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga hanya sebesar 700 ribu ton. Selama ini kebutuhan garam industri masih mengandalkan impor, karena kualitas dan jaminan pasokan. Pemerintah perlu mendorong industrialisasi garam untuk mengurangi ketergantungan...
Negara China menjadi produsen pertama garam dunia dengan kapasitas produksi pertahun sebesar 60 Juta Ton atau sekitar 27 persen produksi garam dunia. Rata- rata lahan garam di China menghasilkan 205 ton/ha. Sangat jauh dibandingkan dengan Indonesia yang hanya memproduksi 1,5-2juta ton pertahun, dengan produktivitas 60-100 ton/Ha.
Sekurangnya 8 perusahaan garam sudah beroperasi di Provinsi NTT. Ada yang sudah memproduksi garam, sebagian lagi dalam tahap konstruksi. Permasalahan lahan dan SDM menjadi kendala utama pengembangan industri garam di NTT. Provinsi NTT dengan wilayah kepulauan punya potensi laut yang luas, air laut dengan...
Kondisi iklim dan cuaca di Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat mendukung untuk memproduksi garam kualitas industri. Musim kemarau di NTT berlangsung berkisar selama sembilan bulan, sedangkan di Madura hanya lima bulan.
Faktor terpenting dalam produksi garam bukanlah laut luas. Sebab, jika itu patokannya, maka negara-negara mikronesia yang wilayah lautnya bisa mencapai 95 persen dari keseluruhan teritori tentu akan menjadi produsen terbesar garam. Faktanya, garam tidak diproduksi di laut. Garam harus dibuat di darat dan oleh...
Produksi garam yang rentan terganggu oleh cuaca (hujan), dan waktu produksi yang singkat— hanya 10-14 hari, menyebabkan kualitas garam lokal rendah. Kadar NaCl pada garam rakyat dibawah 90-94 persen. Sangat jauh dibandingkan garam Australia dengan NaCl min 90%.
Hingga akhir Agustus 2018 produksi garam nasional mencapai 572.808 ton atau masih di bawah target pemerintah sebanyak 1,5 juta ton. Sementara, kebutuhan garam nasional berdasarkan data yang dirilis Kemenko Maritim sebesar 4.470.346 juta ton. Hal ini yang menyebabkan Indonesia tetap impor garam, terutama untuk kebutuhan infdustri.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, garam lebih banyak dibutuhkan untuk bahan baku industri. Garam diolah menjadi produk Soda Kostik (NaOH), VCM, Polyvinyl Chloride (PVS) dan lainnya, yang kenudian digunakan sebagai bahan dasar produksi aneka industri.