Dampak Industrialisasi Garam Terhadap Postur Neraca Garam Indonesia

industri garam
Oleh : Yesi Hendriani S

Musrenbangnas 2019 dalam Rakorbangpus oleh Bappenas menyebutkan bahwa “Peningkatan Produksi Garam” merupakan salah satu Proyek Prioritas Terpilih. Upaya peningkatan produksi garam ini merupakan bagian dari program prioritas Peningkatan Ketersediaan, Akses dan Kualitas Konsumsi Pangan. Hal ini menjadi prioritas nasional di bidang Ketahanan Pangan, Air, Energi dan Lingkungan Hidup.

Berdasarkan data, produksi garam pada tahun 2017 ialah sebesar 1,11 juta ton atau lebih rendah daripada target yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu sebesar 3,80 juta ton.[1] Hal ini disebabkan oleh faktor anomali cuaca dan curah hujan yang relatif tinggi, serta belum optimalnya integrasi lahan garam milik masyarakat dan teknologi.

Produksi garam yang hanya mengandalkan dari hasil petani tambak lokal serta belum adanya industri garam yang digarap secara berkelanjutan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat membuat pemerintah masih impor garam setiap tahun.

Neraca garam Indonesia juga menggambarkan stok awal garam pada tahun 2017 mencapai 789,9 ribu ton. Sementara jumlah pasokan mencapai 2,2 juta ton, berasal dari produksi domestik sebesar 916,9 ribu ton ditambah impor sebanyak 2,2 juta ton.

Dari sisi penggunaan, garam domestik mencapai 3,5 juta ton ditambah untuk ekspor sebesar 215 ton. Jika ditotal konsumsi garam domestik ditambah untuk pangsa ekspor akan mencapai 3,55 juta ton. Maka stok akhir tahun lalu, yakni selisih antara persediaan dengan penggunaan mencapai 349,5 ribu ton.[2]

Neraca Garam Indonesia (2017)

Sumber: https://databoks.katadata.co.id/

Target produksi garam rakyat sendiri pada tahun 2019 ialah sebesar 4,5 juta ton.[3] Berbagai upaya peningkatan kuantitas dan kualitas ditempuh guna memenuhi target swasembada garam industri. Pemerintah mendorong produksi garam nasional, terutama garam rakyat menjadi kualitas industri. Hal ini mengingat kebutuhan garam nasional meningkat setiap tahunnya, baik untuk garam konsumsi maupun garam industri.

Target Produksi Garam Rakyat 2015 – 2019

Sumber: https://databoks.katadata.co.id/

Berkenaan dengan hal tersebut, terdapat beberapa program pemerintah antara lain Program Usaha Garam Rakyat (PUGAR) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berupaya meningkatkan kesejahteraan petani garam dan produksi garam nasional. PUGAR telah melakukan Sistem Integrasi Lahan Tambak Garam Rakyat dimana seluruh lahan milik petani garam dijadikan satu agar lebih efektif dan efisien serta dapat meningkatkan produksi yang diharapkan dapat turut serta meningkatkan kualitas.

Selain itu, juga terdapat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan program pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang memiliki rencana kerja tahun 2019 diantaranya berupa penyaluran KUR Khusus Komoditas Garam Rakyat.

Penyaluran KUR diprioritaskan pada sektor produksi yaitu sektor yang menambah jumlah barang dan/atau jasa diantaranya sektor pertambahan garam rakyat.[4] Mengingat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM telah menetapkan target minimum penyaluran KUR di sektor produksi yaitu sebesar 60% dari total penyaluran KUR.

Akhir kata, dibutuhkan langkah upaya industrialisasi garam secara berkelanjutan sebagai solusi meningkatkan produksi garam. Hal ini diperlukan guna menuju swasembada garam yang berkelanjutan. Peluang industrialisasi semakin berpotensi untuk terwujud dengan adanya dukungan pemerintah melalui program yang tersedia dan jaminan akses/pembiayaan. Upaya peningkatan stok awal dan produksi garam akan dapat meningkatkan penggunaan dan memperbaiki postur neraca garam Indonesia.


[1] Lampiran Pidato Presiden Republik Indonesia, 2018

[2] https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/03/27/inilah-neraca-garam-indonesia-2017

[3] https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/09/20/target-produksi-garam-rakyat-2015-2019

[4] Permenko No. 8/2018 jo Permenko No. 11/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here