Eks Bos Freeport Jadi Dirut PT Garam Gantikan Budi Sasongko

Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir merombak jajaran direksi di PT Garam. Mantan bos PT Freeport Indonesia Achmad Ardianto diangkat menjadi direktur utama menggantikan posisi Budi Sasongko. Didi resmi menjadi nakhoda PT Garam satu hari setelah perayaan HUT RI ke 75 tahun.

Didi diharapkan mampu membuat perubahan terhadap kinerja perusahaan yang merupakan bagian dari BUMN tersebut.

Sebagai pucuk pimpinan yang baru, ia tengah menyusun strategi yang akan dia lakukan untuk menggenjot kinerja PT Garam ke depan. “Sedang saya susun strategi untuk penetapan prioritas 5 tahun ke depan,” katanya kepada IDN Times,. Kamis (27/8/2020). 

Sementara, Anggota DPRD Pamekasan dari Fraksi PKB, Samsuri meminta agar PT Garam harus berada di tengah-tengah para petani garam lokal. Ia menilai anjloknya harga garam saat ini lantaran PT Garam tidak mau menyerap garam rakyat.

“Harga garam saat ini anjlok, karena hanya berada di kisaran 250-300 Rupiah/ Kg,” katanya seperti dikutik di laman pojoksuramadu.com

Selain itu, Ia juga meminta agar PT Garam tidak menyuplai garam ke 7 samurai, seperti PT Budiono, Unicem, Susanti, Garindu, PT Ely Letester Jaya PT susanti Megah, dan para tengkulak yang juga menjadi penyebab anjloknya harga garam lokal.

“Ini yang menjadi PR besar bagi dirut yang baru, agar benar-benar membela petani garam lokal,” terangnya.

Terakhir, Politikus PKB ini meminta agar para jajaran direksi mulai dari Direktur Utama hingga bawahannya tidak hanya duduk di kursi, namun bisa turun ke bawah untuk memastikan bahwa tak ada permainan terkait harga garam. Ia pun meminta agar Dirut baru PT Garam bisa memberikan sanksi tegas pada oknum oknum mafia di kantor pegaraman yang tersebar di Madura.

Berikut susunan direksi baru PT Garam

Berdasarkan instagram resmi PT Garam Indonesia, sejak ditetapkannya SK Menteri BUMN Nomor: SK-271/MBU/08 2020, tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama PT Garam, maka susunan direksi menjadi sebagai berikut:

Direktur Utama: Achmad Ardianto

Direktur Keuangan dan ESDM: Edi Masrianto

Direktur Pengembangan: Arif Haendra

Direktur Operasi: Hartono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here