Enam Fungsi Garam Pada Masakan, Bukan Sekadar Bikin Asin

Garam biasanya hanya dikenal sebagai pemberi rasa asin pada masakan. Tetapi garam memiliki banyak manfaat selain sebagai penyedap rasa. 

1. Pengawet makanan

Sudah berabad-abad, garam dipakai untuk mengawetkan bahan makanan seperti daging, ikan dan makanan lainnya, pengawetan dengan garam tentunya digunakan sebelum adanya lemari es. Garam mampu menyerap kelembaban dari makanan sehingga makanan dapat awet secara alami. Makanan tidak lembab/kering hingga mencegah mikroba yang dapat membuat makanan rusak menjadi basi, mikroba cepat berkembang pada makanan yang lembab.

2. Sebagai bahan pembentuk tekstur pada makanan

Garam berperan besar dalam pembentukan tekstur pada makanan. Pada roti, garam sangat mempengaruhi proses fermentasi ragi dan pembentukan gluten. Kedua hal tadi sangat mempengaruhi tekstur pada roti. Ukuran pada kristal garam juga berpengaruh, kristal berukuran besar digunakan untuk menjadikan tekstur makanan renyah.

3. Meningkatkan rasa manis, mengurangi rasa pahit

Garam dapat meningkatkan cita rasa makanan. Tidak hanya menimbulkan rasa asin, tetapi juga berpengaruh pada rasa manis dan pahit. Garam dapat meningkatkan rasa manis jika diberikan pada makanan dengan jumlah sedikit. Garam juga bisa mengurangi rasa pahit dalam makanan. Seperti mengurangi rasa pahit pada pare atau daun pepaya.  Tidak hanya itu, garam juga akan membantu melepaskan molekul tertentu dalam makanan, sehingga memunculkan rasa beberapa bahan makanan dan membuat makanan lebih beraroma.

4. Sumber nutrisi bagi tubuh

Selain memberi rasa pada makanan, garam ternyata memiliki kandungan nutrisi. Garam murni terdiri dari sekitar 40 persen natrium dan 60 persen klorin, yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Sementara garam sodium dapat membantu mengendurkan dan mengencangkan otot, membantu impuls saraf, dan mempertahankan keseimbangan mineral dan air dalam tubuh. Garam yodium dapat  mencegah manusia kekurangan kadar yodium pada tubuh, yang dapat menyebabkan gangguan tiroid, seperti gondok.

5. Bahan pengikat makanan

Garam dapat digunakan sebagai bahan pengikat dalam membentuk gel protein Misalnya, saat garam ditambahkan ke makanan seperti sosis atau daging olahan lainnya, dapat menyebabkan gelatinisasi protein yang kemudian menyatukan produk. Proses ini terjadi dalam produksi keju dan banyak jenis daging olahan seperti sosis, bologna, dan ham. Pada produk daging olahan, garam membantu mempertahankan kelembaban, sehingga dibutuhkan lebih sedikit lemak jenuh.

6. Penambah warna pada makanan

Garam dapat mencerahkan warna banyak jenis daging olahan seperti, ham atau hot dog. Tidak hanya itu, garam juga mempertahankan warna dan mencegahnya berubah menjadi abu-abu. Garam juga digunakan untuk meningkatkan karamelisasi pada kerak roti, yang membantunya mendapatkan warna keemasan.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here