Kebutuhan Garam Pada Pabrik Soda Ash

Saat ini hampir semua kebutuhan kimia dalam negeri dipenuhi dari luar neger alias impor. Salah satunya adalah Soda ash atau biasa disebut soda abu. Soda ash merupakan bahan baku produk-produk yang dibutuhkan masyarakat seperti deterjen, kaca beserta produk turunannya seperti gelas, cermin, dan lain-lain hingga pasta gigi. Soda ash sendiri dibuat dengan bahan baku utama yakni garam (NaCL) dan kalsium karbonat (CaCO3).

Banyak produk yang dibutuhkan masyarakat berbahan baku soda ash yang pemenuhannya didominasi impor. Selama ini Indonesia mengimpor soda ash rata-rata 1 juta ton pertahun.

Industri pengguna soda ash adalah industri deterjen 340.000 ton/thn, sheet glass 230.000 ton/thn, glassware 160.000 ton/thn, water glass 70.000 ton/thn dan tekstil serta bahan kimia lainnnya 300.000 ton/thn.

Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri, Hari Supriyadi mengatakan Hari menyebut, dalam setahun Indonesia membutuhkan sekitar 1,2 juta ton soda ash. Dari jumlah itu, 90%  dipenuhi dari impor. Sedangkan kebutuhan di ASEAN 2,9 juta ton.

Kebutuhan soda ash di Indonesia akan terus meningkat terutama jika penggunaan kendaraan listrik sudah semakin banyak. Pasalnya batrai mobil listrik membutuhkan soda ash.

Sebagai perbandingan kebutuhan soda ash di Tiongkok terus meningkat hingga 2 juta ton per tahun. Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan soda ash sendiri sehingga tidak perlu impor lagi.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian tercatat terdapat tiga perusahaan yang membangun soda ash. yaitu PT Petrokimia Gresik, PT Kaltim Parna Industri, dan PT Kalimantan Timur. Rencana kapasitas soda ash sebanyak 1 juta ton, yang membutuhkan garam sebanyak 1 juta ton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here