Garam Himalaya Tidak Diizinkan untuk Konsumsi

garam himalaya dirarang untuk konsumsi rumah tangga

Garam Himalaya selama ini dipergunakan masyarakat untuk konsumsi rumah tangga. Padahal, garam tersebut semestinya untuk bahan baku industri.

Kementerian Perdagangan atau Kemendag memusnahkan 2,5 ton garam himalaya tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI). Tindakan tersebut diambil karena pemerintah belum pernah menerbitkan izin impor garam himalaya untuk konsumsi. Kemendag menemukan garam himalaya untuk konsumsi dijual bebas di ritel modern dan toko daring.

Adapun, syarat sebagai garam konsumsi harus memenuhi ketentuan SNI yang telah diwajibkan pemerintah. Kemendag belum pernah menerbitkan izin impor garam himalaya untuk konsumsi, apalagi garam tersebut dijual sebagai garam konsumsi tanpa dilengkapi SNI.

“Maka garam himalaya tersebut kami tarik dari peredaran dan dimusnahkan,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Balai Pengawasan Tertib Niaga, Bekasi (22/7)

Kemendag akan tegas dalam menegakkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagi pelaku usaha yang tidak taat atau menyalahgunakan aturan, pihak Kemendag tidak melakukan kompromi. “Bila ditemukan pelanggaran, kami akan tindak sesuai ketentuan, bahkan akan kami kenakan sanksi pidana,” tegas Direktur Tertib Niaga Kemendag Sihard Hadjopan Pohan.

Guna meningkatkan upaya perlindungan konsumen di seluruh Indonesia dan memperlancar pelaksanaan kegiatan pengawasan di daerah. Kemendag saat ini telah memiliki Balai Pengawasan Tertib Niaga yang berada di empat kota besar yaitu Medan, Surabaya, Makassar, dan Bekasi. Tujuan dibentuknya balai pengawasan tersebut, yakni sebagai salah satu bentuk sinergi pelaksanaan kewenangan antara Kementerian Perdagangan dan daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here