Garis Pantai Yang Panjang Pun Tak Cukup Menjamin

Tidak sedikit warganet yang bertanya “Bukannya kita punya garis pantai yang panjang? Mengapa garam pun sampai membutuhkan impor?”

petambak garam cirebon

Kita dibingungkan dengan persoalan garam, apalagi beberapa waktu lalu sempat adanya kelangkaan garam di beberapa daerah. Tidak sedikit warganet yang bertanya “Bukannya kita punya garis pantai yang panjang? Mengapa garam pun sampai membutuhkan impor?”

Yang perlu diketahui untuk warganet, negara Kanada memiliki garis pantai terpanjang di dunia (+/_ 200.000 KM) itupun Kanada juga bukan sebagai negara pengekspor garam terbesar di dunia. Kanada sendiri berada di peringkat kelima negara pengekspor garam.

Dalam data British Geological Survey Tahun 2012 posisi teratas pengekspor garam ditempati oleh China kemudian disusul oleh Amerika Serikat, India dan Jerman di posisi ke empat. Nah yang lebih mengherankan lagi Austria dan Belarus yang tidak memiliki garis pantai malah masuk di dalam 50 negara pengekspor garam dunia, Austria itu berada di posisi nomor 16 dan Belarus sendiri berada di posisi 21 negara pengkspor garam.

Sekarang kita bisa tahu kalau garam itu tidak melulu berhubungan dengan garis pantai dan pengeringan air laut. Ada sumber garam lainnya yaitu lebih dikenal dengan istilah garam tambang.

Bagaimana dengan Indonesia

Indonesia  yang beriklim tropis juga sebagai negara kepulauan dan mempunyai garis pantai sepanjang kurang lebih 99.000 KM pun tak menjamin bisa menjadi produsen garam mandiri. Indonesia hanya mampu memproduksi garam sebanyak 2,6 juta ton pertahun. Dimana garam yang diproduksi dengan kadar NaCl di bawah 94%. Sedangkan garam untuk bahan industri dibutuhkan garam dengan kadar NaCl di atas 97%. Menurut data yang ada di Kementrian Koordinator Maritim dan Investasi RI kebutuhan garam industri di Indonesia mencapai 4,4 juta ton pertahun.

Tingginya kebutuhan garam industri di karenakan garam industri dibutuhkan hampir disemua sektor, menurut data Kemenko Maritim dan Investasi setidaknya ada 400-an sektor yang memebutuhkan garam industri sebagai bahan bakunya.

Sebenarnya kondisi geografis Indonesia sangat cocok untuk mengembangkan industrialisasi garam, tetapi hal ini juga harus didukung dengan peningkatan mutu SDM dan pengelolan lading garam agar output yang dihasilkan bisa berkualitas.

Pemerintah sendiri sudah mulai membuka lading garam di Indonesia bagian timur, agar produksi garam kita meningkat dan bisa menutup kebutuhan impor garam kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here