Hingga Awal Oktober, Produksi Garam di Brebes Hanya 2.186 ton

Produksi garam di Kabupaten Cirebon tahun ini turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga awal bulan Oktober garam yang dihasilkan pertani Cirebon hanya berkisar 2.186 ton, padahal pada periode sama di tahun 2019 bisa mencapai puluhan ribu ton. 

Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, Yanto menjelaskan penurunan produksi garam rakyat di Cirebon dikarenakan beberapa faktor, di antaranya yaitu saat ini musim kemarau basah, selain itu juga harga yang terus merosot juga menjadi pertimbangan para petani.

“Kalau biasanya di bulan sekarang ini sudah sekitar puluhan ribu ton,” tuturnya. Sementara petani garam Ismail Marzuki mengatakan produksi garam memang sedang susah, karena saat ini masuk kemarau basah.

Menurutnya ketika kemarau basah, maka produksi garam petani tidak akan banyak, sebab ketika masuk masa pengkristalan dan diguyur hujan, otomatis menjadi hancur dan tidak bisa dipanen.”Kemarau sekarang masuknya kemarau basah, jadi produksi garamnya susah,” katanya.

Meskipun produksi susah, namun harga garam ditingkat petani masih jauh dikatakan layak, karena per kilogram hanya dihargai Rp 350.”Meski produksi susah tapi harga garam semakin murah,” ujarnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here