Beranda Berita Jokowi: Impor Garam Industri Itu Realistis

Jokowi: Impor Garam Industri Itu Realistis

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar impor garam industri tidak dijadikan perdebatan. Selain itu, petani garam juga tidak perlu khawatir akan hal tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar impor garam industri tidak dijadikan perdebatan. Selain itu, petani garam juga tidak perlu khawatir akan hal tersebut.

Dia mengatakan, ‎masyarakat harus melihat impor garam ini sebagai suatu realita. Sebab, selama ini jumlah dan kualitas garam produksi petani lokal belum mampu memenuhi kebutuhan industri.

“Kita harus realistis ya bahwa industri kita membutuhkan yang namanya garam kualitas berbeda yang dihasilkan oleh petambak garam berbeda. Di pasar berbeda, segmentasi berbeda dan kualitas berbeda,” ujar dia di Jakarta.  

Jokowi menuturkan, jika impor tersebut tidak dilakukan,  industri tidak bisa melakukan proses produksi. Sebab, garam merupakan salah satu bahan baku dasar bagi sejumlah industri seperti industri makanan dan minuman, farmasi, kaca dan lain-lain. ‎

“Kalau kita tidak impor garam industri itu akibatnya apa ya industri bisa berhenti. Meski pun penggunaan cuma 2 persen, tapi juga jadi kunci. Kaya mobil ban enggak ada, ya enggak jadi mobil. Barang industri untuk kaca, makanan dan minuman, kertas, farmasi dan banyak yang membutuhkan,” ungkap dia.

Oleh sebab itu, kata Jokowi, masyarakat dan petani tidak perlu khawatir dengan adanya impor garam industri ini.  “Tolong dibedakan antara garam industri dan rakyat. Yang saya pantau harga garam di Madura, NTT, Aceh dan dalam posisi baik,” ujarnya.

Diketahui, garam selama ini menjadi bahan baku dan bahan penolong bagi industri seperti industri chlor alka­li plant (CAP), makanan dan minuman, farmasi, pertam­bangan, dan lain-lain. 

Artinya, selama pasokan garam dan gula untuk industri yang mempunyai requirement tinggi untuk produk-produknya mau tidak mau terpaksa harus impor karena tidak boleh mematikan industri itu sendiri hanya karena tidak mempunyai bahan baku.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here