Kebutuhan Garam Nasional Selama Tahun 2016 – 2019

Kebutuhan garam indonesia dalam kurun waktu 2016 – 2019 terakhir mengalami kenaikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kebutuhan garam nasional pada tahun 2016 tercatat 3.532.887 ton, yang terdiri dari kebutuhan industri manufaktur, rumah tangga, komersial, serta peternakan dan perkebunan.

petambak garam

Kebutuhan garam indonesia dalam kurun waktu 2016 – 2019 terakhir mengalami kenaikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kebutuhan garam nasional pada tahun 2016 tercatat 3.532.887 ton, yang terdiri dari kebutuhan industri manufaktur, rumah tangga, komersial, serta peternakan dan perkebunan. Pada tahun 2017 tercatat 3.729.334 ton, dan 2018 tercatat 4.011.883 ton. Sedangkan kebutuhan garam nasional pada tahun 2019 tercatat 4.162.502 ton. Angka ini mengalami rata-rata peningkatan 5,6% pertahun.

Sumber : Neraca garam Diolah BPS

Kebutuhan garam nasional jika dilihat dari komposisi kebutuhan secara sektoral maka sektor industri manufaktur tercatat mendominasi kebutuhan garam dalam negeri dengan porsi 83,9%. Disusul oleh kebutuhan komersial sebesar 8,5%, kebutuhan rumah tangga 7,2%, dan terakhir peternakan dan pekerbunan sebesar 0,5%.

Kebutuhan garam nasional pada industri manufaktur pada tahun 2016 tercatat 2.881.299 ton. Sedangkan pada 2017 sebesar 3.088.007 ton, pada 2018 sebesar 3.339.437 ton, dan pada 2019 tercatat sebesar  3.466.819 ton. Selama periode 2016-2019 kebutuhan garam untuk industri manufaktur mengalami rata-rata peningkatan 6,4% pertahun.

Kebutuhan garam nasional pada rumah tangga pada tahun 2016 tercatat 307.595 ton. Sedangkan pada 2017 sebesar 310.076 ton, pada 2018 sebesar 313.775 ton, dan pada tahun 2019 sebesar 317.634 ton. Selama periode 2016-2019 kebutuhan garam kebutuhan rumah tangga mengalami rata-rata peningkatan 1% pertahun.

Kebutuhan garam pada sektor komersial pada tahun 2016 tercatat 326.546 ton. Sedangkan pada 2017 sebesar 313.077 ton, pada 2018 sebesar 339.739 ton, dan pada 2019 sebesar 358.085. Selama periode 2016-2019 kebutuhan garam sektor kormesial mengalami rata-rata peningkatan 3,3% pertahun.

Kebutuhan garam pada sektor pertenakan dan perkrbunan pada tahun 2016 tercatat 17.448 ton. Sedangkan pada 2017 sebesar 18.175 ton, pada 2018 sebesar 18.932 ton, dan pada 2019 sebesar 19.964 ton. Selama periode 2016-2019 kebutuhan garam sektor pertenakan dan perkebunan mengalami rata-rata peningkatan 4,6% pertahun.

Peningkatan kebutuhan garam untuk sektor industri manufaktur adalah tertinggi dibandingkan dengan sektor lainnya. Hal ini disebabkan oleh ekspansi kapasitas industri pengguna, maupun penambahan industri baru yang membutuhkan garam seperti industri soda ash.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here