Bertahun-tahun masyarakat berdebat kenapa masih impor garam, padahal Indonesia memiliki pantai terpanjang kedua di dunia. Kebanyakan sepakat Indonesia seharusnya sudah swasembada garam. Tapi, pemenuhan itu tidak seperti membalik telapak tangan, lho. Punya garis pantai terpanjang sekalipun tidak menolong Indonesia untuk menghasilkan garam. Tau kenapa? Begini kondisi atau permasalahan penggaraman di Indonesia.

Persoalan :

1. Produksi garam yang rentan terganggu oleh cuaca (hujan)

2. Lahan pegaraman milik petani yang tidak luas atau tidak terintegrasi

3. Sistem pemanenan garam yang sederhana

4. Pengolahan garam krosok yang tidak terintegrasi

5. Penyimpanan garam yang sederhana

6. Spesifikasi & standar garam nasional masih rancu

Dampaknya :

1. Produksi Garam fluktuatif setiap tahun

2. Kualitas garam tidak seragam (rendah)

3. Stok garam nasional tidak terdata dengan baik

Nah, ini beberapa persoalan yang dihadapi petambak garam di Indonesia. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, namun belum efektif mengatasi persoalan garam dalam negeri. Solusinya? Saatnya pemangku kebijakan mendorong produksi garam di lahan pegaraman yang terintegrasi di daerah curah hujan yang rendah, dengan cara industrialisasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here