Kendala Biaya Petani Garam Sulit Terapkan Geomembran

Petani garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku sulit menerapkan teknologi geomembran untuk produksi garam.

Saat ini, para petani masih terapkan teknik konvensional yang sudah dilakukan sejak lama. Petani garam di Kecamatan Pangenan Rahmat menyebutkan teknik produksi garam menggunakan bisa meningkatkan kualitas, lantaran kadar garam lebih tinggi, putih, dan bersih.

“Teknik geomembran ini juga membuat masa produksi dan panen berlangsung cepat,” kata Rahmat di Kabupaten Cirebon, kutip Bisnis.com.

Rahmat menyebutkan, harga satu gulungan geomembran 4×40 meter persegi dijual dengan harga Rp2,5 juta. Luas tambak garam yang ia miliki seluas 1 hektare, ini artinya dibutuhkan 30 gulung geomembran.

Untuk meningkatkan kualitas produksi, kata Rahmat, ia mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah. Sehingga nantinya, garam produksinya diminati. “Saya mengakui, garam saya memang belum memiliki kualitas tinggi,” kata Rahmat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here