Sebelumnya, Menko Luhut menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan impor garam karena produksi garam industri secara nasional pada 2021 mencapai 800 ribu ton.

Produksi itu berpusat di pabrik garam Nusa Tenggara Timur. Karena itu, pemerintah seharusnya tak lagi perlu mengimpor garam.

Luhut menilai kebijakan impor garam justru malah menyebabkan harga komiditas garam petani tanah air menjadi menurun.

“Ada lahan garam 5.270 hektare di Kupang NTT. Produksi garam industri tambah 800.000 ton pada 2021. Jadi sebenarnya enggak usah lagi impor-impor. Saya sarankan, presiden eloknya tidak usah ada impor-impor lagi lah, itu bikin kacau,” ucap Luhut.

Menanggapi komentar Menteri Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Muhammad Said Didu dalam cuitannya di Twitter  justru malah menyarankan kalau garam untuk kebutuhan industri harus di impor.

Pasalnya hasil produksi garam dalam negeri kualitasnya belum bisa memenuhi kebutuhan garam industri.

“Kalau untuk garam industri sebaiknya masih di impor,” tulisnya seperti dikutip Suara.com, Rabu (24/7/2019)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here