Macam SNI Garam Industri

Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan standar yang ditetapkan oleh pemerintah untuk berbagai hasil produksi yang dibuat oleh masyarakat Indonesia, baik itu yang diproduksi secara perseorangan maupun yang diproduksi oleh sebuah badan atau perusahaan.

garam sni
garam standar nasional indonesia

Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan standar yang ditetapkan oleh pemerintah untuk berbagai hasil produksi yang dibuat oleh masyarakat Indonesia, baik itu yang diproduksi secara perseorangan maupun yang diproduksi oleh sebuah badan atau perusahaan. SNI menjamin standar kualitas dan juga kelayakan barang tersebut memang telah lulus dan sesuai dengan standar yang diberlakukan oleh pemerintah. SNI telah diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian.

Pemerintah telah menetapkan standar kelayakan garam bahan baku industri dengan adanya SNI bagi garam bahan baku industri. Terdapat tiga kode SNI untuk garam industri (berdasarkan data Kementerian Perindustrian), yakni garam industri soda kaustik, garam industri aneka pangan, dan garam bahan baku garam konsumsi beriodium.

SNI garam industri soda kaustik dengan kode 0303:2012. SNI garam industri soda kaustik bertujuan untuk: pertama, menyesuaikan standar dengan perkembangan teknologi terutama dalam metode uji dan persyaratan mutu. Kedua, Menyesuaikan standar dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Ketiga, menjamin kualitas dan perdagangan garam untuk industri soda kaustik. Keempat, mendukung pengembangan industri garam untuk industri soda kaustik.

Syarat mutu SNI garam industri soda kaustik sebagai berikut :

NoParameterSatuanPersyaratan
1Kadar Natrium Klorida (NaCl) (adbb)%min 96,0
2Kadar air (b/b)%maks 2,5
3Kadar magnesium (mg) (adbb)%maks 0,05
4Kadar kalsium (Ca) (adbb)%maks 0,1
5Kadar sulfat (SO4) (adbb)%maks 0,2
6Bagian tak larut dalam air%maks 0,05
CATATAN :
adbb : atas dasar bobot basah
b/b    : berat per berat

SNI garam industri aneka pangan dengan kode 8207:2016. SNI garam industri aneka pangan bertujuan untuk: pertama, meningkatkan dan memberikan jaminan mutu produk dalam rangka perlindungan konsumen. Kedua, meningkatkan produktivitas dan daya saing. Ketiga, mendukung ekspor industri non migas.

Syarat mutu SNI garam industri aneka pangan sebagai berikut:

NoParameterSatuanPersyaratan
1Kadar air%maks 0,5
2Kadar natrium klorida (NaCl)adbk%min 97
3Bagian yang tidak larutdalam air%maks 0,5
4Kadar kalsium (Ca)%maks 0,06
5Kadar magnesium (Mg)%maks 0,06
6Kadar iodium sebagai KIO3mg/kgmin 30
7Cemaran logam
7.1Kadmium(Cd)mg/kgmaks 0,5
7.2Timbal (Pb)mg/kgmaks 10,0
7.3Raksa (Hg)mg/kgmaks 0,1
7.4Arsen (As)mg/kgmaks 0,1
CATATAN  
fraksi massa adalah bobot/bobot
adbk adalah atas dasar bahan kering

SNI garam bahan baku garam konsumsi beriodium dengan kode 4435:2017. SNI ini bertujuan untuk, pertama, melindungi petani garam, produsen garam dan konsumen. Kedua, mendukung perkembangan industri.

Syarat mutu SNI garam bahan baku garam konsumsi beriodium sebagai berikut:

NoParameter ujiSatuanPersyaratan
   K1K2K3
1Keadaan :    
 – baunormal, tidak berbaunormal, tidak berbaunormal, tidak berbau
 – warnaputih normalPutih kecoklatanselain warna K1 dan K2
2Natrium Klorida (NaCl),adbk%min 94min 90min 85
 Natrium Klorida (NaCl),adbb%min 87min 83min 78
3Kadar air (H2O)%maks 7maks 7maks 7
4Bagian yang tidak larut dalam air, adbk%maks 0,5maks 0,75maks 1,00
5Cemaran logam    
5.1Bagian tak larut dalam airmg/kgmaks 10,0maks 10,0maks 10,0
5.2Timbal (Pb)mg/kgmaks 0,5maks 0,5maks 0,5
5.3Raksa (Hg)mg/kgmaks 0,1maks 0,1maks 0,1
5.4Arsen (As)mg/kgmaks 0,1maks 0,1maks 0,1
 Catatan    
 fraksi massa adalah bobot/bobot    
 adbk adalah atas dasar berat kering    
 adbb adalah atas dasar berat basah    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here