Swasembada garam akan sulit diwujudkan jika pola produksi garam Indonesia masih dipertahankan dengan cara tradisional. Karena itu, industrialisasi garam harus didorong. Namun, rencana produksi massal dengan penggunaan teknologi ini tidaklah mudah. Pemerintah perlu melakukan beberapa hal berikut untuk mencapai industrialisasi garam :

1. Deregulasi perizinan, terutama untuk penyediaan lahan. Saat ini, 1 hektar lahan 8 perijinan. Skala industri membutuhkan ladang garam ribuan hektar. Jika satu lokasi butuh 1.000 hektar saja, maka harus disiapkan 8.000 berkas izin.

2. Penyediaan infrastruktur di lokasi industri garam. Dibutuhkan infrastruktur pendukung superti listrik, jalan, dan pelabuhan di area dekat industri.

3. Memilih lahan di wilayah yang tepat. NTT dan sebagian NTB adalah wilayah yang sangat tepat karena humiditas atau kelembaban udara yang sangat rendah dibandingkan wilayah lain.

4. Penggunaan teknologi untuk meningkatkan mutu garam yang diperoleh.

5. Memperluas dan mengelola air tua secara bersama. Cara ini perlu di lakukan untuk meningkatkan skala keekonomian produksi garam.

6. Merevitalisasi dan menjadikan PT Garam sebagai agent of development. PT Garam seharusnya bertindak sebagai agent of development dalam memajukan usaha penggaraman nasional, bukan sebagai pesaing usaha garam rakyat.

Pemerintah sudah seharusnya fokus mendorong peningkatan kualitas, kuantitas, dan keberlangsungan produksi garam dalam negeri melalui industri garam. Apalagi konsumen terbesar garam dalam negeri adalah sektor industri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here