Pasokan Garam Bahan Baku Industri Mamin Terpenuhi

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana menyebut, garam rakyat hasil produksi nasional belum memenuhi standar mutu garam industri untuk kebutuhan bahan baku dan bahan penolong industri. Maka dari itu, pasokan garam untuk kebutuhan bahan baku industri masih harus dipenuhi oleh garam asal impor.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 6 Januari lalu, disepakati bahwa volume kebutuhan garam asal impor untuk bahan baku dan bahan penolong industri di tahun 2021 maksimal sebesar 3.077.901 ton. 

Salah satu sektor yang membutuhkan bahan baku garam di dalam kegiatan usahanya adalah industri makanan dan minuman (mamin). Seperti misalnya, emiten produsen makanan olahan PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) yang membutuhkan sekitar 18-20 ton bahan baku garam setiap tahunnya. 

Direktur Utama Sentra Food Indonesia, Agustus Sani Nugroho menyampaikan, selama ini, FOOD mendapatkan pasokan garam impor untuk kebutuhan bahan baku produksinya lewat beberapa supplier lokal. Namun, dia sendiri tidak tahu pasti apakah para supplier tersebut merupakan importir langsung atau bukan. 

Lebih lanjut dia menamahkan bahwa FOOD belum pernah kekurangan pasokan bahan baku garam, sehingga kebutuhannya masih bisa terpenuhi dengan baik. “FOOD sejauh ini belum pernah kekurangan supply dan tidak memonitor ketersediaan garam industri di sektor lain,” terang Agustus saat dihubungi Kontan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here