Beranda Berita Pemerintah Genjot Produksi Garam Lewat Program SEGAR

Pemerintah Genjot Produksi Garam Lewat Program SEGAR

Produksi Garam

Pemerintah berupaya meningkatkan produksi garam nasional melalui program  strategis sentra ekonomi garam rakyat atau SEGAR. Program ini tengah dirancang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk periode 2020-2024.

SEGAR adalah sebuah konsep pengembangan kawasan usaha garam hulu-hilir dan multi-level, dari level desa, kabupaten, propinsi hingga level pusat. Program SEGAR pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi garam rakyat, menguatkan tata kelola dan kelembagaan masyarakat serta mengembangkan pasar dan nilai tambah garam rakyat. 

“Program SEGAR mencakup pengelolaan lahan (on farm) dan pasca panen non-lahan (off farm) dan berbasis pada kemitraan,”kata Staf Ahli Menteri Bidang Sosio-Antropologi, Tukul Rameyo Adi, seperti dikutip pada lawan maritim.go.id.

Menurut Tukul Rameyo, program berbasis sentra garam rakyat ini sejatinya merupakan implementasi Perpres Nomor 16 tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia. 

Sentra garam rakyat Cirebon-Indramayu menjadi salah satu wilayah yang potensial untuk dikembangkan sebagai area percontohan SEGAR dan menjadi salah satu lumbung garam nasional.

Bungkolor Integrated Salt Production Area adalah salah satu konsepsi pengembangan kawasan SEGAR yang digagas oleh PT. Anta Tirta bekerja sama dengan masyarakat (koperasi). Gagasan yang akan membangun area produksi garam secara terpadu seluas 1.000 hektar, memanfaatkan teknologi tunnel dan prisma sehingga dapat menghasilkan garam premium (kualitas industri) serta berproduksi sepanjang tahun,” jelansya. 

Leebih lanjut, Tukul Rameyo mengatakan, adanya kawasan SEGAR diharapkan seluruh kebutuhan garam dapat terpenuhi. Tidak hanya garam untuk kebutuhan komsumsi dan industri saja, tetapi garam-garam untuk berbagai kebutuhan khusus seperti garam farmasi, garam rempah (gourmet salt), garam SPA, kesehatan dan kecantikan, garam ritual, dan garam tradisional lainnya. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here