Impor garam sebanyak 676 ribu ton garam untuk kebutuhan industri akan datang dua minggu lagi. Pemerintah menjamin garam impor itu tidak akan bocor dan menjadi garam konsumsi. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan memastikan impor garam industri itu sudah disesuaikan dengan kuota perusahaan masing-masing.

“Perusahaan (penerima kuota garam industri impor), akan kita awasi. Kalau mereka bohong, kita tindak,” ujar Luhut, kemarin.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan, pihaknya telah menerbitkan surat persetujuan impor (SPI) garam industri sebesar 676 ribu ton untuk 25 perusahaan. Izin tersebut dikeluarkan setelah terjadi perpindahan kewenangan rekomendasi garam industri secara resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Jumat (19/3).

“Intinya, dari rapat koordinasi terbatas kemarin disetujui impor garam industri 1,33 juta ton. Sekarang sudah keluar persetujuannya 676 ribu ton,” ujar Oke kepada Media Indonesia, kemarin.

Sisanya, lanjut Oke, akan kembali dikeluarkan secara bertahap hingga akhir tahun ini. Kemendag sedianya telah mengeluarkan izin impor garam sebesar 2,37 juta ton pada akhir Januari lalu. Namun, seluruh garam tersebut hanya ditujukan industri chlor alkali plant (CAP) yang mengolah garam untuk memenuhi permintaan industri kertas dan petrokimia.

Padahal, berdasarkan data Kemenperin, industri di Tanah Air secara keseluruhan, baik CAP maupun di luar itu seperti farmasi, kosmetik, aneka pangan, pengasinan ikan, penyamakan kulit, pakan ternak, pengeboran minyak, hingga tekstil, membutuhkan garam industri sebesar 3,7 juta ton untuk digunakan sebagai bahan baku produksi. Mereka terancam bangkrut lantaran minimnya pasokan garam industri itu.

Oleh karena itu, pada rakortas yang dihelat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dihadiri Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Kelautan dan Per-ikanan pada Jumat lalu ditetapkan tambahan izin impor garam industri sebanyak 1,33 juta ton untuk melengkapi izin yang telah dikeluarkan sebelumnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here