Pemerintah berkomitmen terus mendorong pembuatan roadmap mengenai peningkatan kualitas produk garam nasional agar bisa memenuhi kebutuhan sektor industri. Saat ini kebutuhan garam khusus industri masih dipenuhi dari impor. Pada tahun 2018, pemerintah menetapkan volume impor sebesar 3,7 juta ton.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit mengatakan roadmap ini menyangkut tentang perluasan lahan tambak dan peningkatan produksi garam nasional. Rencanaya pemerintah akan melakukan perluasan lahan tambak garam petani lokal. Salah satunya di Nusa Tenggara Timur sebesar 3.000 hektar, dan lahanya sedang disiapkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

“Kalau itu bisa tercapai bisa menghasilkan 300.000 ton, dan sekaligus di sana dibangun industri pencuciannya,” jelas Achmad Sigit.

Dalam roadmap garam nasional juga pemerintah berupaya meningkatkan kualitas garam yang diproduksi oleh petambak lokal. Saat ini, kualitasnya baru berada di level 94% NaCL dan untuk memenuhi kebutuhan industri harus ditingkatkan menjadi 97%.

Peningkatan kualitas juga akan dikerjasamakan dengan industri pengolahan garam industri. Salah satu perusahaan yang sudah siap adalah United Chemical yang berdomisili di Surabaya.

Rendahnya kualitas garam petambak lokal dikarenakan lahan produksinya masih terbatas, yakni hanya sekitar 1-2 hektar. Berbeda dengan di negara-negara seperti Australia yang lahannya bisa mencapai 10.000 hektar.

“Kita itu punya lahannya cuma 1-2 hektar, sehingga dia tidak mungkin memproses melalui tahap penyaringan, pengendapan. Jadi satu ladang garam ya dipakai pengendapan, ya dipakai pengkristalan,” ujar dia.

Sementara Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Tony Tanduk mengatakan NTT menjadi lokasi yang berpotensi untuk menjadi ladang produksi garam nasional karena memiliki musim panas yang lebih lama dibandingkan wilayah lain.

“Kalau menuju ke swasembada memang harus ekstensifikasi, memungkinkan NTT yang punya musim kering 6-7 bulan,” kata Tony. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here