Perdana, NTT Hasilkan 10 Ribu Ton Garam Industri

Untuk membantu kebutuhan garam nasional, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan panen perdana sebanyak 10 ribu ton garam industri. Panen garam dilakukan  di atas lahan seluas 300 hektare di Desa Baubau, Kupang.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersyukur daerahnya bisa menghasilkan garam industri dengan kadar NaCL 95 persen, yang digarap PT Cakrawala Timur Sentosa. ia menyakini bahwa tahun 2021, NTT akan mampu memproduksi garam industri sebanyak 150 ribu ton.

“Pemprov bersyukur dan tetap berkomitmen untuk tahun 2021 bisa memproduksi sebanyak 150.000 ton. Tahun depan persiapan panen di tempat ini juga. Sehingga tahun depan itu bisa menuju 150.000 ton. Kita akan mampu untuk produksi garam nasional dengan standar NaCl 95 ke atas,” katanya.

Menurut Viktor, garam industri merupakan modal kerja untuk mendorong agar seluruh pengusaha industri yang membutuhkan garam, bisa terjun untuk membangun kerja sama diseluruh Indonesia.

“Itulah yang harusnya dilakukan. Tidak boleh hanya impor saja tapi mereka juga berpartisipasi untuk membangun dan bekerja sama dengan para petani seperti ini. Kalau itu dilakukan maka impor garam kita dari tahun ke tahun akan berkurang. Kita tidak boleh bergantung pada Negara lain kita harus mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” jelasnya.

Berdasarkan neraca garam nasional, kebutuhan garam nasional tahun 2020 diperkirakan sekitar 4,4 juta ton. Jumlah tersebut terdiri atas kebutuhan industri sebesar 3,7 juta ton, konsumsi rumah tangga 320 ribu ton, komersial 370 ribu ton, serta peternakan dan perkebunan 21 ribu ton. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here