Produksi Garam Rakyat Diprediksi Turun Tahun Ini

Produksi garam tahun ini diperkirakan akan menurun akibat cuaca buruk. Himpunan Masyarakat Petani Garam Indonesia (HMPGI) memprediksi produksi garam rakyat yang dikelola petani di Jawa Timur (Jatim) di 2020 hanya sekitar 900 ribu ton. Adapun angka itu turun dibandingkan dengan di 2019 yang mencapai 1,1 juta ton.

“Kendalanya memang cuaca yang masih sering turun hujan. Sama halnya produksi garam rakyat nasional yang diperkirakan sekitar 2,1 juta ton, turun dibanding Tahun 2019 yang mencapai 2,9 juta ton,” kata Ketua HIMPGI, Mohammad Hasan, seperti dikutip pada laman bisnis.com

Hasan mengatakan, Jawa Timur masih menjadi penghasil garam rakyat terbesar se-Indonesia, dengan total lahan tambak seluas 11.150 hektare yang tersebar di 12 kabupaten/kota, lumbungnya ada di Pulau Madura. Namun, kata Hasan, produksi garam rakyat tersebut hanya terserap pasar sekitar 80 persen, yaitu untuk konsumsi masyarakat.

Menurutm Hasan, yang menjadi persoalan mendasar saat ini adalah harga garam yang dipanen petani ditentukan oleh mekanisme pasar. Contohnya hasil panen garam Tahun 2019, yakni tengkulak membelinya seharga Rp250 per kilogram, dan biasanya menjualnya kembali ke pasaran Rp550 per kilogram.

“Tahun ini, kendati hasil panen dipastikan menurun, tengkulak menaikkan harga beli garam senilai Rp350 per kilogram. Harga yang ditentukan tengkulak tersebut masih dirasa merugikan petani,” katanya.

Untuk itulah, Hasan akan memperjuangkan agar pemerintah yang menentukan harga pokok penjualan atau HPP garam, dan pihaknya pada Tahun 2017 mengusulkan HPP garam sebesar Rp1.500 per kilogram agar petani bisa sejahtera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here