Stok Garam Industri Menipis, Inaplas Desak Pemerintah Terbitkan Izin Impor

0
11

Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono meminta pemerintah untuk mempercepat perizinan impor bahan baku terutama garam industri. Menurutnya, stok garam untuk kebutuhan bahan baku industri sudah menipis, sehingga harus segera impor.

“Kebutuhan garam untuk industri CAP (chlor alkali producer) ada 11 perusahaan sekitar 2,3 juta ton dan semuanya dipasok dari impor, celakanya stok tersebut akan habis dalam 1 bulan ini. Padahal garam industri ini sangat dibutuhkan sebagai bahan baku,” jelas Fajar dalam keterangan pers, Selasa (4/2).

Ia menambahkan, izin impor bahan baku garam industri masih tertahan dari salah satu instansi pemerintah. Adapun impor itu butuh waktu 2-3 minggu, dan baru bisa dikirim ke Indonesia.

Senada, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal juga meminta pemerintah khususnya Menteri Perdagangan segera memutuskan pemberian izin impor. Hal ini juga harus disertai dengan adanya data yang akurat agar impor garam yang dilakukan tidak merugikan petani garam lokal.

“Ini bergantung pada akurasi data dan kecepatan eksekusi, pengambilan keputusan. Kalau datanya tidak tepat maka pengambilan keputusan akan terlambat,” ujarnya. 

80 Persen Garam untuk CAP

Berdasarkan data Kemenperin, industri menufaktur mendominasi konsumsi garam sebesar 83,7% atau sebanyak 3,5 juta ton pada tahun ini. Industri CAP mendominasi konsumsi garam sebesar 67,86%, diikuti oleh industri mamin sebesar 30,35% atau sejumlah 1,1 juta ton.

Adapun, kekurangan garam industri untuk pabrikan mamin pada tahun lalu mulai dirasakan pada awal semester II/2019. Saat itu, kuota impor garam industri mamin yang dikabulkan hanya 330.000 ton, sedangkan rekomendasi yang diberikan adalah 500.000 ton.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Tony Tanduk mengatakan perlu ada kelonggaran dalam pemberian kuota garam impor. Tony menilai rendahnya pemberian kuota tersebut disebabkan garam di gudang industri yang masih tersedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here