Upaya Pemda Klungkung Kembangkan Garam Kusamba

Garam Kusamba

Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali terus mengembangkan produksi garam yang dihasilkan para petambak di Desa Kusamba. Belum lama ini Pemda memperkenalkan  garam beryodium Kusamba dengan label Uyah Kusamba Gema Santi. Garam ini dijual kepasaran dengan harga Rp. 5.000,- setiap 250gram.

Garam organik beryodium asli dari Desa Kusamba yang diproduksi secara tradisional, diolah dan dikemas secara modern, sehingga menghasilkan garam bercita rasa gurih yang bermanfaat bagi kesehatan dengan kandungan yodiumnya.

Garam Kusamba juga sudah ada yang diekspor sampai ke Negeri jepang. Selain itu, proses produksi Garam Kusamba yang masih tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestic maupun internasional.

“Garam Kusamba telah memiliki identitas yang berdampak pada reputasi, kualitas dan karateristik yang telah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menyatakan Garam Kusamba sudah mendapatkan izin edar BPPOM sehingga Garam Kusamba sudah boleh beredar di pasar Indonesia,” kata Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Bupati Suwirta mengharapkan para Generasi Muda Desa kusamba dapat ikut berperan dalam melestarikan, melakukan produksi, dan pemasaran Garam Beryodium Kusamba.

Kapasitas Produksi 

Sementara itu, Manajer Koperasi Lembaga Ekonomi Produktif Pesisir Mina Segara Dana, I Gusti Nyoman Sadi Ari Putra menyatakan lembaganya akan mengelola Garam Kusamba.

“Garam beryodium Kusamba ini kami beri label Uyah Kusamba Gema Santi yang akan dijual ke pasaran dengan harga Rp 5.000 per 250 gram. Sedangkan untuk bahan baku garam, pihak Koperasi membeli per kilo garam hasil produksi petani Kusamba dengan harga Rp 10.000,” jelas Ari.

Untuk produksi garam beryodium, pihaknya menyatakan dalam sebulan dapat menghasilkan 14 ton garam atau 12.000 kemasan berukuran 250 gram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here